Mengungkap Rahwana: Sisi Lain Penguasa Alengka dalam Ramayana
Apa yang muncul dalam benakmu ketika mendengar nama Rahwana? Mungkin kamu langsung teringat dengan citra raksasa jahat yang menculik Sinta dari Ayodhya atau sosok antagonis yang akhirnya ditaklukkan oleh Hanoman dan Rama. Namun, ada sisi lain dari Rahwana yang mungkin belum kamu ketahui. Mari kita bahas beberapa fakta menarik yang akan memberikan pandangan baru tentang sosok penguasa Alengka ini.
1. Rahwana, Raksasa Berwajah Sepuluh
Rahwana adalah raja raksasa yang memerintah negeri bernama Alengka. Dalam epos Ramayana, Ia berperan sebagai antagonis utama yang menculik Sinta, istri Rama, yang pada akhirnya akan gugur setelah berperang dengan Rama. Dalam kebudayaan Jawa, ia dinamakan demikian karena saat lahir ia terdiri dari segumpal darah (rah) yang berada di tengah-tengah hutan (wana). Rahwana juga dikenal dengan sebutan Dasamuka, yang berasal dari kata "Dasa" yang berarti sepuluh dalam bahasa Jawa dan "muka" yang berarti wajah.
Konon, Rahwana adalah raksasa yang memiliki sepuluh wajah sejak dia lahir. Lalu, kenapa Ia memiliki sepuluh wajah? Ada tiga versi yang menjelaskan hal ini. Menurut versi pertama, kalung sembilan mutiara yang diberikan oleh ibunya menciptakan ilusi penglihatan, sehingga sebenarnya Rahwana hanya memiliki satu wajah. Namun, versi kedua menyatakan bahwa Rahwana memotong kepalanya sendiri menjadi beberapa bagian sebagai pengabdian kepada dewa Siwa, yang kemudian memunculkan wajah-wajah lain. Lalu versi ketiga menyebutkan bahwa sepuluh kepala Rahwana adalah simbol bahwa Ia memiliki kekuatan sepuluh tokoh tertentu. Sedangkan di versi terakhir, sepuluh kepala rahwana adalah simbolisasi enam cabang ilmu pengetahuan dan empat Weda yang membuatnya menjadi seorang intelektual dan orang yang sangat cerdas di masanya.
2. Cicit dari Dewa Brahma
Menariknya, garis keturunan Rahwana menghubungkannya dengan dewa Brahma. Rahwana adalah putra dari Resi Wisrawa dan Kaikesi, di mana Wisrawa adalah putra dari Pulastya, salah satu dari sepuluh anak Brahma. Meskipun demikian, meskipun memiliki hubungan dengan dewa agung Brahma, Rahwana tidak pernah dipuja seperti dewa. Bahkan, setelah peristiwa penculikan Sinta, ia dianggap sebagai sosok jahat yang egois oleh banyak orang.
3. Rahwana Mahir Memainkan Alat Musik Veena
Di balik penampilannya yang menakutkan, Rahwana memiliki jiwa seni yang cukup tinggi. Ia dikenal sebagai seorang yang mahir memainkan veena, alat musik tradisional India yang menyerupai kecapi. Bahkan, Rahwana merancang alat musiknya sendiri yang diberi nama Ravana Veena. Selain itu, ia juga menciptakan komposisi stotra (lagu pujian) untuk Batara Siwa yang berjudul Shiv Tandav.
4. Hanya Mencintai Satu Wanita Seumur Hidupnya
Walaupun seorang raksasa dan penampilannya sangat garang, salah satu fakta yang mungkin mengejutkan adalah bahwa Rahwana hanya mencintai satu wanita seumur hidupnya. Meskipun memiliki istri dan anak di kerajaannya, hatinya hanya terpaut pada satu wanita. Selama ribuan tahun, Rahwana tetap setia pada Dewi Widowati, yang bereinkarnasi menjadi Dewi Sukasalya, Dewi Citrawati, dan terakhir Dewi Sinta.
Dalam epos Ramayana, diceritakan bahwa Rahwana memiliki istri bernama Dewi Widowati. Dewi Widowati adalah wanita yang dijanjikan dewa untuk menjadi belahan hati Rahwana. Setelah Dewi Widowati meninggal, Rahwana menghabiskan bertahun-tahun hidupnya menyendiri dan mengenang Dewi Widowati di kesendiriannya. Hingga akhirnya Ia mengetahui bahwa Dewi Widowati menitis ke salah satu wanita, putri Kerajaan Mantili yang bernama Sinta. Sayang, saat sudah bertemu titisan istri tercintanya, Sinta sudah dimiliki oleh seorang pangeran bernama Rama dari kerajaan Ayodhya. Hal ini tidak membuat Rahwana goyah, Ia tetap bersikeras untuk memperjuangkan cinta dan prinsipnya serta menagih janji dewa yang selama ini ia percayai untuk tetap bisa bersama Dewi Widowati.
Rahwana memutuskan untuk menculik Sinta dari suaminya dan dibawa ke negeri Alengka. Di Alengka, Sinta dipenjara di Taman Argasoka. Banyak pemahaman yang keliru dari kata “dipenjara” ini. Faktanya, di Taman Argasoka, Sinta sama sekali tidak mendapatkan larangan apapun kecuali keluar dari taman tersebut. Rahwana memerintahkan banyak sekali dayang serta abdi-abdi kerajaan untuk melayani Sinta. Selama di Alengka, Rahwana sama sekali belum pernah menyentuh kulit Sinta satu senti pun. Rahwana hanya membacakan puisi untuk Sinta, memberikan hadiah, dan menanyakan bagaimana perasaan Sinta kepada Rahwana setiap harinya. Semua ini dilakukan Rahwana semata-mata hanya untuk meluluhkan hati Sinta.
Rahwana, dalam titik krusial saat Rama menyerang Alengka, menemukan dirinya sendirian menjaga kerajaannya yang hampir runtuh. Meskipun pasukannya kalah, ia tetap tegar. Sebelum berangkat ke medan perang, Rahwana memberi salam perpisahan pada Sinta. Di titik ini, Sinta mulai luluh dengan Rahwana. Sinta memohon agar Rahwana meminta ampun pada Rama, supaya Rahwana tidak mati di medan perang. Namun, Rahwana menolak dengan tegas. Akhirnya, Rahwana gugur di medan perang setelah berhadapan dengan Rama demi memperjuangkan cinta sejati, prinsip, dan janji dewa. Meskipun cintanya dianggap gegabah oleh beberapa orang, namun bagi Rahwana itu adalah sebuah ketulusan. Ia bahkan bersedia menunggu selama keabadian untuk Sinta, tanpa memaksanya atau menyentuhnya selama 12 tahun Dewi Sinta berada di kerajaannya.
Rahwana adalah sosok yang kompleks, tidak sekadar raksasa jahat dalam mitologi Ramayana. Meskipun terkenal sebagai antagonis utama yang menculik Sinta dan berperang dengan Rama, Rahwana memiliki sisi-sisi yang menarik. Dengan demikian, Rahwana adalah bukti bahwa tidak ada sosok yang benar-benar hitam atau putih dalam kisah kehidupan.
Content Writing ini mengadaptasi:
Trivia Menarik tentang Rahwana dalam Mitos Hindu - Bentang Pustaka https://bentangpustaka.com/trivia-menarik-tentang-rahwana-dalam-mitos-hindu/
Komentar
Posting Komentar